Saturday, December 06, 2025

10 BAHAYA BID'AH DALAM AGAMA


10 BAHAYA BID'AH DALAM AGAMA 

Yulian Purnama, S.Kom. 

Bid’ah dalam agama adalah perkara yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Bid’ah di sini adalah tata cara beragama yang tidak ada tuntunannya dari syari’at. Imam Asy-Syathibi (wafat 790 H) menjelaskan definisi bid’ah sebagai berikut:

طريقة في الدين مخترعة تضاهي الشرعية، يقصَد بالسلوك عليها المبالغة في التعبد لله سبحانه

“Bid’ah adalah sebuah tata cara beragama yang diada-adakan, menyerupai syariat, dilakukan dengan maksud berlebih-lebihan dalam ibadah kepada Allah Subhanah.”

(Al-I’tisham, 1/37)

Bid’ah dalam agama selain terlarang juga memberikan bahaya bagi pelakunya. Di antaranya berikut ini:

Pertama: Amalan bid’ah-nya tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” 

(HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”

 (HR. Muslim no. 1718)

Kedua: Bid’ah merupakan kesesatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setiap memulai khotbah biasanya beliau mengucapkan,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan.”

 (HR. Muslim no. 867)

Dalam riwayat An-Nasa’i,

مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ ، إِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.”

(HR. An-Nasa’i no. 1578, disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An-Nasa’i)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan taat kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunahku dan sunah Khulafa’ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” 

(HR. At-Tirmidzi no. 2676. ia berkata, “Hadis ini hasan sahih”)

*Ketiga:* Pelaku bid’ah sulit bertobat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَ اللهَ حَجَبَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ حَتَّى يَدَعْ بِدْعَتَهُ

“Sungguh Allah menghalangi tobat dari setiap pelaku bid’ah sampai ia meninggalkan bid’ahnya.” 

 (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Ausath no.4334. Disahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 54)

*Keempat:* Terhalangi dari telaga Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di Al-Haudh (telaga). Lalu ditampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari Al-Haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku’. Allah berfirman, ‘Engkau tidak tahu (bid’ah) yang mereka ada-adakan sepeninggalmu.’“ 

(HR. Bukhari no. 6576, 7049)

Dalam riwayat lain disebutkan,

إِنَّهُمْ مِنِّى . فَيُقَالُ إِنَّكَ لاَ تَدْرِى مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِى

“(Wahai Rabb), sungguh mereka bagian dari pengikutku.” Lalu, Allah berfirman, “Sungguh engkau tidak tahu bahwa sepeninggalmu mereka telah mengganti ajaranmu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku.” 

(HR. Bukhari no. 7050)

Al-’Aini ketika menjelaskan hadis ini, beliau berkata, “Hadis-hadis yang menjelaskan orang-orang yang demikian, yaitu yang dikenal oleh Nabi sebagai umatnya, namun ada penghalang antara mereka dan Nabi, dikarenakan yang mereka ada-adakan setelah Nabi wafat. Ini menunjukkan setiap orang mengada-adakan suatu perkara dalam agama yang tidak diridai Allah itu tidak termasuk jemaah kaum muslimin.

Seluruh ahlul bid’ah itu adalah orang-orang yang gemar mengganti (ajaran agama) dan mengada-ada, juga orang-orang zalim dan ahli maksiat, mereka bertentangan dengan Al-Haq.

Orang-orang yang melakukan itu semua, yaitu mengganti (ajaran agama) dan mengada-ada apa yang tidak ada ajarannya dalam Islam termasuk dalam bahasan hadis ini.” 

(Umdatul Qari, 6/10)

Kelima: Bid’ah merupakan maksiat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

انَّهُ سَيَلِي أَمْرَكُمْ مِنْ بَعْدِي رِجَالٌ يُطْفِئُونَ السُّنَّةَ ، وَيُحْدِثُونَ بِدْعَةً ، وَيُؤَخِّرُونَ الصَّلَاةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا ” ، قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ بِي إِذَا أَدْرَكْتُهُمْ ؟ قَالَ : ” لَيْسَ يَا ابْنَ أُمِّ عَبْدٍ طَاعَةٌ لِمَنْ عَصَى اللَّهَ ” ، قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Sungguh di antara perkara yang akan datang pada kalian sepeninggalku nanti, yaitu akan ada orang (pemimpin) yang mematikan sunah dan membuat bid’ah. Mereka juga mengakhirkan salat dari waktu sebenarnya.” Ibnu Mas’ud lalu bertanya, “Apa yang mesti kami perbuat jika kami menemui mereka?” Nabi bersabda, “Wahai anak Adam, tidak ada ketaatan pada orang yang bermaksiat pada Allah.” Beliau mengatakannya 3 kali. (HR. Ahmad no.3659, Ibnu Majah no.2860. Disahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah, 2864).

*Keenam:* Mendapatkan dosa jariyah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا ، وَمَنِ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلَالَةٍ لَا يَرْضَاهَا اللَّهَ وَرَسُولَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا

“Barangsiapa yang sepeninggalku menghidupkan sebuah sunah yang aku ajarkan, maka ia akan mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Barangsiapa yang membuat sebuah bid’ah dhalalah yang tidak diridai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa semisal dengan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” 

(HR. Tirmidzi no.2677, ia berkata: “Hadis ini hasan.”)

Ketujuh: Merebaknya bid’ah merupakan tanda akhir zaman

Hadis dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

يا رسولَ اللهِ ! إنا كنا بشرٌ . فجاء اللهُ بخيرٍ . فنحن فيه . فهل من وراءِ هذا الخيرِ شرٌّ ؟ قال ( نعم ) قلتُ : هل من وراءِ ذلك الشرِّ خيرٌ ؟ قال ( نعم ) قلتُ : فهل من وراءِ ذلك الخيرِ شرٌّ ؟ قال ( نعم ) قلتُ : كيف ؟ قال ( يكون بعدي أئمةٌ لا يهتدون بهدايَ ، ولا يستنُّون بسُنَّتي . وسيقوم فيهم رجالٌ قلوبُهم قلوبُ الشياطينِ في جُثمانِ إنسٍ ) قال قلتُ : كيف أصنعُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! إن أدركت ُذلك ؟ قال ( تسمعُ وتطيع للأميرِ . وإن ضَرَب ظهرَك . وأخذ مالَك . فاسمعْ وأطعْ )

“Wahai Rasulullah, dulu kami orang biasa. Lalu, Allah mendatangkan kami kebaikan (berupa Islam), dan kami sekarang berada dalam keislaman. Apakah setelah semua ini akan datang kejelekan?”

Nabi bersabda, “Ya.”

“Apakah setelah itu akan datang kebaikan?”

Nabi bersabda, “Ya.”

“Apakah setelah itu akan datang kejelekan?”

Nabi bersabda, “Ya.”

Aku bertanya, “Apa itu?”

Nabi bersabda, “Akan datang para pemimpin yang tidak berpegang pada petunjukku dan tidak berpegang pada sunnahku. Akan hidup di antara mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan namun berjasad manusia.”

Aku bertanya, “Apa yang mesti kami perbuat wahai Rasulullah jika mendapati mereka?”

Nabi bersabda, “Tetaplah mendengar dan taat kepada penguasa, walau mereka memukul punggungmu atau mengambil hartamu, tetaplah mendengar dan taat.” 

(HR. Muslim no.1847)

Tidak berpegang pada sunah Nabi dalam beragama artinya ia berpegang pada sunah-sunah yang berasal dari selain Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan ke-bid’ah-an.

Kedelapan: Disebut sebagai bukan golongan Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمَّا أُخْبِرُوا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا ، فَقَالُوا : وَأَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ ؟ قَالَ أَحَدُهُمْ : أَمَّا أَنَا ، فَإِنِّي أُصَلِّي اللَّيْلَ أَبَدًا ، وَقَالَ آخَرُ : أَنَا أَصُومُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ ، وَقَالَ آخَرُ : أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَدًا ، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِمْ ، فَقَالَ : ” أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا ، أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ ، وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Ada tiga orang mendatangi rumah istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Nabi shallallahu ’alaihi wasallam. Setelah diberitakan kepada mereka, sepertinya mereka merasa hal itu masih sedikit bagi mereka.

Mereka berkata, “Ibadah kita tak ada apa-apanya dibanding Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Bukankah beliau sudah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan juga yang akan datang?”

Salah seorang dari mereka berkata, “Sungguh, aku akan salat malam selama-lamanya (tanpa tidur).”

Kemudian yang lain berkata, “Kalau aku, sungguh aku akan berpuasa Dahr (setahun penuh) dan aku tidak akan berbuka.”

Dan yang lain lagi berkata, “Aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selama-lamanya”.

Kemudian datanglah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam kepada mereka seraya bertanya, “Kalian berkata begini dan begitu. Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa. Aku berpuasa dan juga berbuka, aku salat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barangsiapa yang benci sunahku, maka bukanlah dari golonganku.” 

(HR. Bukhari no.5063)

Kesembilan : Bid’ah itu merusak hati

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

الشرائع أغذية القلوب، فمتى اغتذت القلوب بالبدع، لم يبق فيها فضل للسنن، فتكون بمنزلة من اغتذى بالطعام الخبيث

“Syariat-syariat Islam (yang sahih) adalah gizi yang menyehatkan hati. Ketika anda memberi nutrisi bagi hati anda berupa kebid’ahan, maka tidak akan ada lagi keutamaan sunah-sunah Nabi dalam hati anda. Ini sebagaimana orang yang makan makanan yang buruk.” 

(Iqtidha Shiratil Mustaqim, 2/104)

Kesepuluh: Mematikan sunah dan menjauhkan darinya

Seorang tabi’in, Hasan bin ‘Athiyah rahimahullah mengatakan,

ما ابتدع قوم بدعة في دينهم إلا نزع الله من سنتهم مثلها ولا يعيدها إليهم إلى يوم القيامة

“Tidaklah suatu kaum melakukan suatu perkara yang diada-adakan dalam urusan agama mereka (bid’ah) melainkan Allah akan mencabut suatu sunah yang semisal dari lingkungan mereka. Allah tidak akan mengembalikan sunah itu kepada mereka sampai kiamat.” 

(Lammud Durril Mantsur, hal. 21).

Ibnul Jauzi (wafat tahun 597H) berkata,

وقد لبس إبليس عَلَى خلق كثير من العوام يحضرون مجالس الذكر ويبكون ويكتفون بذلك ظنا منهم أن المقصود إنما هو العمل وإذا لم يعمل بما يسمع كان زيادة فِي الحجة عَلَيْهِ وأني لأعرف خلقا يحضرون المجلس منذ سنين ويبكون ويخشعون ولا يتغير أحدهم عما قد اعتاده من المعاملة فِي الربا والغش فِي البيع والجهل بأركان الصلاة والغيبة للمسلمين والعقوق للوالدين

“Iblis telah menipu kebanyakan orang awam, yaitu mereka yang menghadiri majelis-majelis yang membuat mereka menangis dan mereka merasa puas dengannya. Mereka menyangka itulah tujuan dan itulah amalan kebaikan. Jika mereka tidak mengamalkan apa yang mereka dengan dalam majelis-majelis itu, mereka akan dituntut di akhirat kelak. Dan sungguh aku mengenal orang yang menghadiri majelis-majelis tersebut bertahun-tahun, menangis dan merasa puas dengannya, namun tidak ada yang berubah dari kebiasaannya bermuamalah riba, berbuat curang dalam jual-beli, jahil terhadap rukun-rukun salat, menggibahi orang lain, dan durhaka terhadap orang tua.” 

(Talbis Iblis, 1/348)

Demikian sebagian bahaya bid’ah yang mengancam pelakunya. Semoga membuat kita semakin takut dan waspada terhadap ke-bid’ah-an dan semakin semangat menjalankan apa-apa yang dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahu waliyyut taufiq was-sadad.

***

Penulis: Yulian Purnama

Sunday, November 30, 2025

Kalifah umar sg nile

Umar  Hantar pada sg nile

Wahai sg Jika kamu mengalir kerana laparkan perempuan, tak mengalir pun tak apa.

Jika kamu mengalir takutkan allah, mengalirlah kamu atas perintahnya.

Saturday, October 11, 2025

Sekolah tahfiz

 Tak tahu cerita sebenar, jangan memandai buat andaian dan sangkaan. Selidik dan tabayun dulu, dapat maklumat dua dua pihak. Banyak kemungkinan.

Ada kes guna nama sekolah tahfiz tapi guna duit sumbangan untuk kepentingan peribadi spt rumah banglo,kereta mewah. Dan sengaja biarkan uzur supaya ada yang kesihan,

Prefef sekolah tahfiz diseliakan dibawah majlis ugama islam negeri.

1. Pemantauan duit derma disaluarkan

2. Pemantauan penerimaan duit derma

3. Pemantauan perbelanjaan

4. Pemantauan status projek pembinaan.

5. Pengauditan berkala.

6. Ada rekord peraakuanan yang lengkap

7. Mengunakan Akaun Bank peribadi atau sekolah tahfiz

Orang sekarang berani menipu secara terang terang.

Monday, October 06, 2025

Jangan harap orang tertentu menjaga kamu bila dah tua

 Ada kisah yg jadi pengajaran.

Ibu bapa melebihkan anak tertentu dengan mengarapkan ia menjaganya bila ia dah tua. Tapi anak yang ia musuhi sejak kecil yang menjaganya bila ia tua. Anak ia ia harap menjaganya membiarkannya malahan sibuk menuntut harta semasa ia hidup hingga ia meninggal dunia.

Kakak sulung berkorban membantu adik beradik dan support perbelanjaan kenduri perkahwinan, akikah, korban dan lain lain bantuan termasuk urusan hutang, beli kenderaan mengharapkan adik beradiknya tidak membiarkan bila ia tua. 

Tapi realitinya bila ia sudah berumur ,warga emas dan sakit tak bolih menguruskan dirinya dibiarkan malahan orang yang bukan kaitan darah dagingnya yang menjaga dan mrnguruskannya.Mulalah mengungkit dan bertambah benci dikalangan adik beradik. Macam merempat duduk dari satu rumah kerumah lain walaupun ada rumah sendiri sebab tidak ada adik beradik mahu menguruskan dirinya walaupun berduit.Bila dah meninggal dunia, adik yang  beradik tak kisah masa hidup tapi sibuk buat tahlil arwah untuknya dan sibuk menuntut harta di mati

Moral of story jangan mengharap dan berkata pada mereka bahawa mereka akan menjaganya bila ia tua atau sakit yang tak bolih uruskan diri sendiri.

Ada seorang yang masa muda walaupun ada anak ramai. Ia tidak mengharapkan anaknya menjaganya bila ia tua  .Ia cakap bahawa ia berharap allah jaganya bila ia tua.. Semasa tua ia tinggal dgn anak saudaranya. Ia sihat dan bolih uruskan dirinya hingga ia meninggal dunia.Dengan kesihatannya ia bolih bawa kereta dan merata berjalan.Anak anaknya rajin datang melawatnya.Ia meninggal dunia keadaan tenang dirumah anaknya bermula demam satu minggu. Walaupun ia  demam ia bolih uruskan dirinya.


Tuesday, August 12, 2025

Hadis nabi. Pertentangan. Dlm surah at taubah 30

 Terdapat sebuah hadith yang menjelaskan perkara ini, iaitu kisah seorang lelaki yang hampir memeluk Islam, namanya Addi bin Hatim, tetapi beliau belum jelas tentang agama Islam. Apabila beliau mendengar ayat ini, beliau berkata ketika beliau beragama Nasrani, mereka tidak menyeru dan memuja ulama’ dan rahib mereka.


Nabi ﷺ beritahu, tidakkah dia mengikut hukum yang difatwa oleh ahbar dan rahib itu? Addi mengaku kata memang ada. Maknanya, penganut itu ikut sahaja fatwa yang ahli agama mereka beri sebagaimana mereka mengikut arahan Tuhan. Maka ulama’ mereka itu seolah-olah sudah sama kedudukan dengan Tuhan sehingga boleh menetapkan hukum pula. Golongan awam hanya mengikut sahaja walaupun ajaran mereka itu dan hukum yang mereka keluarkan tidak mengikut kehendak Allah ﷻ.


Oleh itu, apabila pemuka agama mereka menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram, pengikut itu hanya mengikut sahaja. Tidakkah itu menjadikan pemuka agama mereka itu sebagai tuhan/rabb? Kerana sepatutnya mengharamkan dan menghalalkan adalah haq Tuhan. Oleh kerana mereka mengiyakan apa yang dikatakan oleh ulama’ dan rahib mereka itu, maka mereka juga telah kufur.

Saturday, August 09, 2025

Perbalahan antara ahli ugama

 Perbalahan antara ahli ugama.

Perbalahan tidak ada penamat, kerana orang yang mempertahankan keegoanya,takut hilang pengaruh,tak terima pendapat orang lain ,walaupun bersumber alquran dan hadis.Perkara kilaf dalam ibadat menjadi sebagai wajib buat tak ada alternatif.

Berbalahan dalam bidang  tasauf,ketuhanan, alam ghaib,perkara tak ada rujukan sahih dari alquran dan hadis dan ijmak ulama benar. Mereka memandai mandai mebuat andaian sebagai hujah.

Perbalahan berlaku sebab dua golongan

1. Ikut dan pertahankan hadis dan alquran dan ulama yang benar.

a. Amalan ikut yang ditetapkan oleh nabi saw dan alquran.

b. Menyanggah amalan tak ada sunah nabi dan alquran

b. Menyanggah amalan bertentangan dengan sunah nabi dan alquran

c. Mengikut Kepercayaan ,tauhid dari sumber alquran dan hadis. Spt allah ada di arasy, tak ada dalil nur muhammad.

d. Menyanggah kepercayaan tauhid, tasauf tak ada dalam hadis nabi dan alquran

e. Menyanggah kepercayaan,tauhid ,tasauf bertentangan dengan hadis nabi dan alquran.

f. Penceramah, ustaz tabayun dan menilai kesahihan hadis sebelum diwar warkan.

g. Mendahulukan  amalan sunah nabi dari amalan rekaan samaada dari ustaz atau ulama.


2. Tak ikut sunah nabi dan alquran atau bertentangan dengan sunah nabi dan alquran dan ijmak ulama muktabar.(bidaah)

a. Membuat amalan tidak ada dalam hadis nabi dan alquran

b. Membuat amalan bertentangan dengan hadis nabi dan alquran.

c. Taksub kitab lama yang amalan, kepercayaan,tauhid sedikit atau tak bersumber dari alquran malahan bertentangan dengan hadis dan alquran.

d. Taksub pada rekaan kepercayaan,tauhid ,alam ghaib ,tasauf yang tak ada dalam hadis nabi dan alquran

e. Taksub pada isi kandungan kitab kitab syeh syeh yang bertentangan hadis nabi dan alquran.

f.Percaya cerita karut,tak logik ,alasannya tak mustahil bagi Allah, jika Allah kata jadi,maka jadilah, ilmu ,fahaman awam tak sama dengan ilmu fahaman maqam tinggi. Makrifat tinggi dan rendah. 

g. Spin fakta

h. Tak terima pendapat orang walaupun hujah benar dari sumber alquran hadis nabi , ijmak ulama.

i. Percaya dan taksub cerita karut kehebatan wali,kasaf, makhrifah,tabaruk dan zikir sesat.

j. Ikut ulama membuta tuli walaupun asasnya bertentangan ajaran alquran dan sunah.

k. Mendahulukan amalan rekaan ustaz,ulama, tok guru dan orang di nobat wali dari amalan nabi , sunah nabi dan dalam alquran.Atau mengantikan amalan nabi,sunah nabi,alquran dengan amalan rekaan ustaz,ulama,tok guru dan orang dinobatkan wali.Syair arab diutamakan dan  dijadikan zikir menggantikan zikir yang dianjurkan nabi saw

l ulama atau ustaz tak tabayun menilai kesahihan hadis dan hadis palsu dijadikan sandaran atau hujah.

i. Mereka tanpa menyedari mengangap  nabi berdusta dan alquran tak lengkap dgn menyangka nabi muhammad menyembunyikan maklumat atau ajaran wahyu dari allah yang melibatkan nalam ghaib spt kisah nur muhammad, sifat 20. Dan mereka menganggap ulama yg mencipta kisah dan zikir nur muhammad sebagai lebih maksum dari nabi saw. Banyak ayat dlm alquran ancaman azab allah keatas orang yg mendustakan nabi dan alquran dan allah.tapi peleknya mereka tak kisah pun

Bahaya bila  golongan kedua,berkuasa dalam pemerintahan dengan mengunakan kuasa untuk mempertahankan kepercayaannya, amalannya dan mengunakan kuasanya  menekan golongan pertama. Maka kesesatan berkembang dengan cepat.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan RasulNya; dan bertaqwalah kamu kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

(Al-Hujuraat 49:1)

Makna ayat ini memberk amaran pada orang beriman supaya tak buat bidaah.

Pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu) dari agama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya). Sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redhakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. Maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana sesungguhnya Allah maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.


(Al-Maaidah 5:3)


Rasulullah SAW bersabda, "Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selagi mana kamu berpegang dengannya iaitu kitab Allah (al- Quran) dan sunnah Nabi-Nya (Sunnah Nabi SAW).” (HR Malik, Al-Muwatta', No.8 Okt 2022.

Surah An-Nisa' ayat 59: "... Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.". 

Ayat ini mencabar keimanan sesorang menegaskan bahawa mengembalikan perselisihan kepada Al-Quran dan Sunnah adalah tuntutan keimanan dan juga merupakan cara untuk mendapatkan keselamatan dan kebaikan. 

Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., "Selagi akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq". (Riwayat Ibnu Ady) 


Ahli ibadah yg jahil adalah membuat ibadah tak ikut sunah dan bertentangan dgn sunah nabi dan alquran.


 Ulama yang fasiq adalah memandai mandai buat cerita karut ,melalut,kurafat berkenaan tasauf,tauhid,ketuhanan alam ghaib,spin, amalan tanpa merujuk pada alquran dan hadis nabi saw malahan bertentangan dgn alquran dan hadis nabi saw menjadi ikutan.

Katakanlah (wahai Muhammad): "Mahukah Kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang paling rugi amal-amal perbuatannya?

(Al-Kahfi 18:103)

(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan".(Al-Kahfi 18:104

Merekalah orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat Tuhan mereka dan akan pertemuan denganNya; oleh itu gugurlah amal-amal mereka; maka akibatya Kami tidak akan memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, pada hari kiamat kelak.

(Al-Kahfi 18:105) 

Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.


(Al-Ahzaab 33:36)


Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran, dan rezekikanlah kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan rezekikanlah kepada kami untuk menjauhinya, dan jangan jadikannya terkeliru atas kami sehingga kami sesat. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang yang bertaqwa.


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sesat,atau disesat, gelincir atau digelincirkan, dizalimkan, atau menzalimkan orang lain atau diperbodohkan atau memperbodohkan diri. 


Aaamiiin .Aaamiiin






Sunday, July 13, 2025

Wahabi

 WAHABI

Modal para ustaz,penceramah ,orang bila kalah hujah atau mempertahankan hujahnya dengan tuduh wahabi sesiapa tak sealiran dengannya.Dah jadi senomin bahawa wahabi itu sesat.

Bila tanya spt dibawah ini apakah wahabi. Mereka tak dapat jawab

1. Apakah kitab wahabi gunakan

2.Senaraikan ajaran atau amalan wahabi.

3. Adakah buat perbandingan ajarannya dan amalannya  wahabi dgn alquran dan sunah nabi saw

4.adakah buat perbandingan ajaran yang kamu terima dgn alquran dan sunah nabi.

5.baru buat analisa 

6.buat keputusan.


Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran, dan rezekikanlah kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan rezekikanlah kepada kami untuk menjauhinya, dan jangan jadikannya terkeliru atas kami sehingga kami sesat. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang yang bertaqwa.


Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sesat,atau disesat, gelincir atau digelincirkan, dizalimkan, atau menzalimkan orang lain atau diperbodohkan atau memperbodohkan diri. 


Aaamiiin .Aaamiiin

Sunday, June 15, 2025

Menfalsafahkan tauhid dan tasawuf

Menfalsafahkan tauhid , ketuhanan,  Allah, tasawuf dan alam ghaib

Sesuatu ilmu,ajaran, pemikiran difalsafahkan maka terjadi berbagai bagai pandangan atau aliran pemikiran  yang dianggap benar walaupun ada yang ternyata sesat atau salah. Ujudnya  berbagai bagai pemikiran ,fahaman dan bolih menghasilkan  bertentangan fahaman antara satu sama lain diterima pakai .

**Bahaya pandangan falsafah adalah perdebatan tidak kesudahan menyalahkan pandangan tak sealiran dengannya dan mempertahankan pandangannya yang benar sebab berkaitan dgn emosi, kepercayaan,fahaman dan ikutan kearah ketaksuban. Bila seseorang dah menjadi taksub maka susah dibetulkan walaupun dikemukakan hujah dengan alquran dan hadis sebab kepercayaan ini dah tertanam dalam pemikirannya ke arah syirik.**

Tok Guru ugama, murshid mengajar falsafah tauhid,ketuhanan,alam ghaib menjadi punca ajaran sesat berkembang dan bertambah ramai pengikutnya hingga peringkat orang gila dinobat sebagai wali.Ajaran tidak ikut nabi atau bertentangan sunah  dengan alasan diajar oleh wali. Ajaran tok guru mursyid ramai mengikutnya walaupun bertentangan dengan alquran dan hadis.Dan sinonim, ustaz tak kan menipu.Lagi bahaya bila ia memegang tampuk pemerintahan mengunakan undang undang dan kuasa untuk mempertahankan   amalannya meyebarkannya fahaman dan menyekat fahaman yang bertentangan.

Bahayanya bila ada Isi kandungan Tasawuf atau teriqat menfalsafahkan tauhid dan ketuhanan dan alam ghaib. Bolih belajar  Jika ilmu disampaikan   merujuk pada alquran dan hadis nabi.

Mengelakan pembelajaran yg tak ada langsung dari alquran dan hadis.Ulama dulu membuat kitab berasaskan imiginasi ,takwil, akal,mimpi tanpa merujuk alquran dan hadis nabi yang sahih. Mereka memasukan cerita,ajaran,amalan  karut,zikir tak sahih,kurafat firasat dalam kitab . Orang terkemudian membaca dan mewar warkan ,mengikut perkara yang ada dalam kitab tanpa mengkaji kesahihan nya.bahayanya jika isi kandung kitab kurang atau tidak ada langsung dari sumber alquran dan hadis malahan bertentangan dgn alquran dan hadis nabi saw menjadi ikutan atau amalan murid atau guru.

 Mereka terlalu taksub dgn ajaran dalam kitab malahan dituduh sesat atau wahabi jika membantah ajaran itu. Alasannya jika allah kata jadi,maka jadilah atau tak mustahil bagi allah,pemikiran dan amalan  awam tak sama dgn pemikiran dan amalan peringkat tinggi.Pengikut mula cakap mengaku ikut sunah nabi dan alquran. Tapi realitinya fahaman dan pemikirannya menentang alquran dan sunah nabi terutama dalam bidang akidah,tasawuf, alam ghaib dan zat allah.Mereka terlampau taksub ajaran yg diterimanya dan mempertahankan bidaah dan ajaran yang bertentangan dengan hadis nabi saw dan alquran dengan menganggap cara nya yang benar malahan dianggap sesat dan kafir sesiapa tak sependapat dgnnya walaupun dikemuka hujah dari dalil ,logik akal ,alquran dan hadis nabi. Lagi teruk ia spin ayat alquran dan hadis nabi menjadi selari dgn alirannya atau membuat kesimpulan secara umum dituduh menghina ulama dulu.Bahayanya cerita ,amalan karut ini diceritakan dikalangan ustaz,dinobatkan sebagai ulama menyebabkan orang percaya dan menjadi ikutan  walaupun karut,melalut dan tak logik akal, tak ada sumber sahih dari alquran dan hadis. 

Dalil nabi ,diam .tak larang seseorang buat atau tak buat untuk mengalakan bidaah. Mereka tak berani berhujah nabi bertindak sebagai hakim menilai percakapan dan perbuatan seseorang.

Khasaf ,kurafat,istihaj ,karamah,tabaruk  ,istighosah,firasat ,takwil atau makhrifah hanya sedikit dan tak bolih jadi hujah.Mereka mengemukakan  alasan khasaf,istihaj,karamah,tabaruk,firasat  atau makrifah untuk menghalalkan fahaman, ikutan dan perbuatan mereka malahan untuk mempengaruhi orang lain samaada bersependapat atau bertentangan.

 Mereka memperjuangan karamah wali yang dah meninggal dunia dan berani menobatkan seseorang itu wali tanpa dalil dari alquran dan hadis. Jika makbul maka itu ujian dari allah kearah syirik dan kafir. Mewar warkan Cerita kehebatan seseorang luar biasa.tapi tak tabayun. Siapa orang itu,dimana berlaku,bila berlaku,siapa  saksi. Apa jadi selepas itu.Fahaman Golongan ini tertanam sebegitu lama hingga terpahat dalam pemikiran mereka jika menentang fahaman mereka dicop kafir dan sesat walaupun tak ada dalam hadis dan alquran malahan bertentangan dengan hadis dan alquran spt sifat 20,nur muhammad atau allah berada dimana mana. Mengutakan Syair arab di jadikan zikir menggantikan zikir yang dianjurkan nabi saw.

Mengelakan syok sendiri.

Jika kaji sejarah falsafah kuno ,greek,falsafah yunani, salah satu sebabnya lenyap kitab taurat adalah menfalsafahkan isi kandung dalam kitab itu dan akhirnya mengunakan buku falsafah sebagai rujukan dan mengenepikan kitab asal.

Ujud fahaman Trinity adalah menfalsafahkan injil dalam tauhid,ketuhanan zat allah mengikut pemikiran manusia sebab pada zaman itu telah banyak ahli falsafah yg ternama.

Mereka menguatkan hujah karutnya mengatakan mimpi jumpa nabi, jumpa wali, jumpa nabi khidir,atau nabi ,wali  ,nabi khidir berkata padanya dan lagi hebat berlakon seolah olah nampak nabi datang.Maka ramai yang percaya cakapnya sebab sebelum ni dah popular dinobatkan orang sebagai alim atau tawaduk.

Banyak ajaran yang menfalsafahkan perkara ghaib dan ketuhanan spt A.Kisah nur muhammad yg nampak karut

1. Dalam kitab itu Allah ingin makhluk mulia ujud sebab sunyi sebelum ujud alam, maknanya allah mempunyai emosi.

2. Ada 4 pelita keluar cahaya dan tumbuh bunga mawar. Macam ugama hindu.

3. Dalam selawat ibrahimmiah selalu dibaca semasa solat sebagai peringatan tapi bertentangan dgn falsafah nur muhammad. .Persoalannya Kenapa nabi muhammad meminta rahmat dan kerberkatan pada allah sama yang nabi ibrahim dapat. Dan kenapa Allah tak membantah dengan beri alasan nur muhammad lebih mulia dari nabi ibrahim.Jika nur muhammad itu ujud. 

4. Semua keujudan dunia sebab nur muhammad. Maknanya  kekuasaan allah bergantung dengan nur muhammad. Cerita tanpa dalil dari alquran dan hadis dimana  kapal nabi Nuh tertulis kalimah syahadah.

. Mereka tanpa menyedari mengangap nabi berdusta dan alquran tak lengkap dgn menyangka nabi muhammad menyembunyikan maklumat atau ajaran wahyu dari allah yang melibatkan nalam ghaib spt kisah nur muhammad, sifat 20. Dan mereka menganggap ulama yg mencipta kisah dan zikir nur muhammad s3bagai lebih maksum dari nabi saw.Banyak ayat dlm alquran ancaman azab allah keatas orang yg mendustakan nabi dan alquran dan allah.tapi peleknya mereka tak kisah pun.

5. Ada kalangan Ustaz, ulama menobatkan sesorang itu wali walaupun ajaran,amalannya bertentangan dgn alquran dan hadis nabi malahan bersandar hadis palsu.Mereka mencipta cerita kehebatan wali yang dinobatkanya.,Alasannya bila dah dinobatkan wali tak perlu ikut sunah nabi dan alquran. Wali ALLAH ada penolong allah mematuhi  apa yang ada dalam alquran dan memperjuangkan apa ajaran dalam alquran dan sunah nabi saw. 

6. Mereka tetap taksub  nur muhammad walaupun fahaman nur muhammad bertentangan dgn ayat  dibawah

Katakanlah (wahai Muhammad): "Sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahawa Tuhan kamu hanyalah Tuhan Yang Satu; Oleh itu, sesiapa yang percaya dan berharap akan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal yang soleh dan janganlah ia mempersekutukan sesiapapun dalam ibadatnya kepada Tuhannya".

(Al-Kahfi 18:110)

B.Sifat 20.

Maka ikut cara pemikiran  falsafah bolih juga persoalkan zat allah

1.kenapa 20? Tidak 21,tidak 100.tidak berlimit

2. Adakah perlu menglimitkan tuhan dgn menghujudkan menyempadankan sifat tuhan.spt sifat ayam 2 kaki,berbulu,badan,berkaki 2, bertelur ,cara makan mematuk, makannya termasuk makan jenis daun,bijirin .Mustahil bagi ayam adalah terbang tinggi,beranak,kaki lebih dari 2.

3. Adakah soalan wajib semasa didalam kubur dan di padang mahsyar.

4. Siapakah kamu sanggup melimitkan zat allah.

5. Sifat Allah sama dgn sifat makhluk,maka allah sama dgn makhluk

Tugas Ulama dan ustaz menyampaikan apa diturunkan oleh allah melalui alquran dan hadis nabi. Ulama dan ustaz  tak bolih memandai mamandai mencipta selain dari alquran dan hadis nabi ,bertentangan dengan alquran dan hadis nabi lebih lebih lagi bidang tasawuf, ketuhanan dan alam ghaib sebab pemikiran manusia terbatas.

 Diutuskan rasul untuk memneri tahu alam ghaib yang tidak dicapai oleh akal manusia.

Rasulullah SAW bersabda, "Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selagi mana kamu berpegang dengannya iaitu kitab Allah (al- Quran) dan sunnah Nabi-Nya (Sunnah Nabi SAW).” (HR Malik, Al-Muwatta'

Dalam hadis lain juga menyebutkan: Dari Abu Dzar R.a, dari Nabi S.a.w, sabdanya:" Fikirkanlah mengenai segala makhluk Allah dan janganlah kamu memikirkan tentang Zat Allah kerana yang demikian menyebabkan kamu binasa (dalam kesesatan).

Kenapa Sibuk kaji zat allah,adakah wajib kaji sifat,zat allah.

Daripada Anas r.a. berkata, bersabda Rasulullah saw., "Selagi akan ada di akhir zaman ahli ibadat yang jahil dan ulama yang fasiq". (Riwayat Ibnu Ady) 

Ahli ibadah yg jahil adalah membuat ibadah tak ikut sunah dan bertentangan dgn sunah nabi dan alquran.

 Ulama yang fasiq adalah memandai mandai buat cerita karut ,melalut,kurafat,amalan berkenaan tasauf,tauhid,ketuhanan alam ghaib,spin tanpa merujuk pada alquran dan hadis nabi saw malahan bertentangan dgn alquran dan hadis nabi saw menjadi ikutan.

Tuhanlah sahaja yang mengetahui segala yang ghaib, maka Ia tidak memberitahu perkara ghaib yang diketahuiNya itu kepada sesiapapun, -

(Al-Jinn 72:26)

Melainkan kepada mana-mana Rasul yang di redaiNya (untuk mengetahui sebahagian dari perkara ghaib yang berkaitan dengan tugasnya; apabila Tuhan hendak melakukan yang demikian) maka Ia mengadakan di hadapan dan di belakang Rasul itu malaikat-malaikat yang menjaga dan mengawasnya (sehingga perkara ghaib itu selamat sampai kepada yang berkenaan)

(Al-Jinn 72:27) 

Ulama dan ustaz tidak tahu alam ghaib, allah sebab ulama dan ustaz tak terima wahyu dari allah malahan tidak pengawasan dari malaikat terbuka dengan hasutan iblis.

dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan sedikit sahaja".

(Al-Israa' 17:85)

Dan tidaklah harus bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara - (tidaklah harus mereka) mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.


(Al-Ahzaab 33:36)

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai kebenaran, dan rezekikanlah kepada kami untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan rezekikanlah kepada kami untuk menjauhinya, dan jangan jadikannya terkeliru atas kami sehingga kami sesat. Dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang yang bertaqwa.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sesat,atau disesat, gelincir atau digelincirkan, dizalimkan, atau menzalimkan orang lain atau diperbodohkan atau memperbodohkan diri. 

Aaamiiin .Aaamiiin



Wednesday, May 14, 2025

Kesan anak kepada tindakan ibubapa -yuran sekolah

 Kesan anak kepada tindakan ibubapa -yuran sekolah

Kebanyakan ibubapa melayu culas membayar yuran persekolahan anak, ia lebih utamakan perkara yang kurang memerlukan spt tukar handset,modify kereta motor, bayar astro, beli kereta ,motor kereta, lebih dari kemampuan,tukar perabut yang masih elok,tukar langsir,beli pakaian lebih dari keperluan.

(Cadangan pada guru buat kajian statistik dari data murid dan rekord ibubapa bayar yuran selama 3 atau 4 tahun kesan pelajar jika  ibubapa pelajar yang culas bayar yuran dgn yang tak culas bayar yuran )

Membayar yuran merupakan kewajipan untuk anak anak sebagai megikut arahan pentadbir sekolah spt arahan jpj renew roadtax dan insuran kereta.

Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasulullah dan kepada "Ulil-Amri" (orang-orang yang berkuasa) dari kalangan kamu. Kemudian jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara, maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (Kitab) Allah (Al-Quran) dan (Sunnah) RasulNya - jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu), dan lebih elok pula kesudahannya.

(An-Nisaa' 4:59)

Pemimpin dikalangan kamu spt disekolah adalah pengetua, peraturan jalan raya adalah jpj,pekerja syarikat taat pada bosnya.

Maknanya apa apa peraturan sekolah termasuk pembayaran yuran termasuk taat pada kepada pengetua dan jika tak bayar bolih dianggap hutang. 

Segala perbelanjaan sekolah yg ditanggung oleh sekolah menyebabkan aktiviti untuk anak murid tergendala terpaksa ambil sumber lain spt perbelanjaan photoste kertas terpaksa ditanggung guru.bayaran yuran sebaik baiknya dianggap sedekah ihsan untuk anak sendiri. Salah satu tawasul adalah memberi sedekah melalui bayar yuran dan bertawasul untuk kebaikan anak sendiri.

 Culas membayar yuran untuk anak anak  bolih menyebabkan anak anak yg malas ,tak berdisiplin,tak berwawasan ,dan masa depan yg gelap malahan hidup masa depan dalam kemiskinan kais pagi makan pagi .berhutang liat bayar, berserabut masalah kewangan.

Kebanyakan anak anak melayu kurang berjaya semasa persekolahan spt ponteng, geng budak nakal,merokok,membuli degil,malas,lawan guru dan selepas habis sekolah samada menganggur, tidak sambung belajar,kerja masalah perangai buruk spt ponteng,merokok, degil,malas.melawan bos, kurang ada jati diri dan tak berwawasan. Malahan bergaul dgn kumpulan samseng dan hisap ganja.Ada kes ibubapa kaya tapi culas bayar yuran sebabnya ia bayar yuran  tapi orang lain tak bayar yuran. Katanya mana bolih menanggung orang yg tak bayar yuran. Didapati kehidupan anaknya setakat cukup makan.

Kebanyakan Bekas Pelajar sekolah cina berjaya  samaada hingga keuniversiti dalam dan luar negeri,bekerja berpangkat tinggi atau bekerja sendiri jadi taukey . Sebab ibubapanya tak culas membayar yuran malahan berlebihan dari kutipan yang diprrlukan. Anak buah saya bekerja disekolah cina mengatakan kutipan yuran terlalu banyak dan hampir  setiap hari ibubapa mereka membawa makan untuk disedekah pada sekolah spt biskut,air kotak  dll.

Moral of story.

Jika nak anak berjaya dalam hidupnya,ia tidak culas bayar yuran malahan beri sumbangan lebih dari yuran dan niat bertawasul sedekah untuk kebaikan anak anak sendiri.

(Note: bolih ambil point ini tanpa kebenaran saya)

Saturday, March 15, 2025

DOA SAHIH DARIPADA NABI SAW KETIKA HENDAK MEMULAKAN SOLAT MALAM

DOA SAHIH DARIPADA NABI SAW KETIKA HENDAK MEMULAKAN SOLAT MALAM

Daripada Abu Salamah bin Abdul Rahman bin Auf, dia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Aisyah, Ummul Mukminin r.a., apa doa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW dalam memulakan solat malamnya?"

Aisyah menjawab, "Apabila Baginda mendirikan solat malam, Baginda membuka solatnya dengan doa, "Ya Allah! Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi, Zat Yang mengetahui perkara ghaib dan nampak. Engkaulah yang menetapkan keputusan apa yang diperselisihkan di antara hamba-hamba-Mu. Tunjukkanlah aku kepada kebenaran yang diperselisihkan (manusia) dengan izin-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus."  

(HR Muslim, hadis sahih)

Tuesday, January 07, 2025

100 PERINTAH ALLAH KEPADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM AL QUR'AN*

 *100 PERINTAH ALLAH KEPADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM AL QUR'AN*


*1. Jangan berkata kasar.* 

(QS 3 – Ali Imran : 159)

*2. Tahanlah perasaan marah.*

(QS 3 – Ali Imran : 134)

*3. Berbaiklah kepada orang lain.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 36)

*4. Jangan sombong dan bongkak.*

(QS 7 – Al A’raaf : 13)

*5. Maafkanlah kesalahan orang lain.* 

(QS 7 – Al A’raaf : 199)

*6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.* 

(QS 20 – Thaahaa : 44)

*7. Rendahkanlah suaramu.* 

(QS 31 - Luqman : 19)

*8. Jangan mengejek orang lain.* 

(QS 49 – Al Hujuraat : 11)

*9. Berbaktilah pada orang tua (ibubapa).* 

(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*10. Jangan mengeluarkan kata² yang kesat tidak menghormati orang tua (ibubapa).* 

(QS 17 – Al Israa’ : 23)

*11. Jangan memasuki kamar pribadi ibubapa tanpa izinya.* 

(QS 24 – An Nuur : 58)

*12. Catatlah hutang-hutangmu.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 282)

*13. Jangan mengikuti seseorang secara membabi buta.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 170)

*14. Berikanlah lanjutan waktu bagi orang yang berhutang dgnmu ketika ianya dalam kesempitan.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 280)

*15. Jangan makan riba’/membungakan wang.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 1)

*16. Jangan melakukan korupsi.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 188)

*17. Jangan ingkari atau melanggar janji.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 177)

*18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 42)

*20. Berlakulah adil terhadap semua orang.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 58)

*21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 135)

*22. Harta yang meninggal/pesaka handaklah dibagikan kepada anggota keluarga mengikut haknya.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*23. Wanita juga memiliki hak waris.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 7)

*24. Jangan memakan harta anak yatim.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 10)

*25. Lindungilah anak yatim.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 220)

*26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 29)

*27. Damaikanlah orang yang berselisih faham.* 

(QS 49 – Al Hujuraat : 9)

*28. Hindarilah perasangka buruk.* 

(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*29. Jangan terlalu percayakan semua orang.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 283)

*30. Jangan memfitnah orang.* 

(QS 49 – Al Hujuraat : 12)

*31. Gunakanlah harta untuk kegiatan sosial.*

(QS 57 – Al Hadid : 7)

*32. Biasakan memberi makan kpd orang miskin.* 

(QS 107 – Al Maa’uun : 3)

*33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 273)

*34. Jangan menghabiskan wang untuk bermegah-megah.* 

(QS 17 – Al Israa’ : 29)

*35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 264)

*36. Hormatilah tetamu anda.* 

(QS51AdzDzaariyaat26)

*37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 44)

*38. Jangan berbuat kerosakan di muka bumi.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 60)

*39. Jangan menghalangi orang utk datang ke masjid.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 114)

*40. Perangilah mereka yang memerangi kebenaranmu.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 190)

*41. Jagalah etika perang.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 191)

*42. Jangan lari dari medan peperangan.* 

(QS 8 – Al Anfaal : 15)

*43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam).* 

(QS 2 – Al Baqarah : 256)

*44. Berimanlah kepada Allah spt para Nabi.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 285)

*45. Jangan melakukan hubungan intim di saat haid.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 222)

*46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 233)

*47. Jauhilah hubungan intim di luar nikah.* 

(QS 17 – Al Israa’ : 32)

*48. Pilihlah pemimpin yg pantas, yg berdasarkan ilmu dan jasanya.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 247)

*49. Jangan membebani seseorang di luar kesanggupannya.* 

(QS 2 – Al Baqarah : 286)

*50. Jangan mahu berpecah-belah.* 

(QS 3 – Ali Imran : 103)

*51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini.* 

(QS 3 – Ali Imran 3 :191)

*52. Lelaki maupun wanita mendapatkan balasan yang sama sesuai dgn perbuatannya.* 

(QS 3 – Ali Imran : 195)

*53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 23)

*54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 34)

*55. Jangan perli.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 37)

*56. Jangan iri-hati.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 54)

*57. Jangan saling membunuh.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 92)

*58. Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan.* 

(QS 4 – An Nisaa’ : 105)

*59. Jangan bekerja sama dalam dosa dan kekerasan.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*60. Bekerja samalah dalam kebenaran.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 2)

*61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran.* 

(QS 6 – Al An’aam : 116)

*62. Berlaku adil.* 

(QS 5 – Al Maa-idah:8)

*63. Berikan hukuman atas setiap kejahatan.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 38)

*64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 63)

*65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 3)

*66. Hindari dari minum racun dan alkohol.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*67. Jangan berjudi.* 

(QS 5 – Al Maa-idah : 90)

*68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain.* 

(QS 6 – Al An’aam : 108)

*69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu.* 

(QS 6 – Al An’aam : 152)

*70. Makan dan minumlah secukupnya utk hidup.* 

(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*71. Kenakanlah pakaian yang sesuai di saat solat.* 

(QS 7 – Al A’raaf : 31)

*72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan.* 

(QS 9 – At Taubah:6)

*73. Jagalah kemurnian hubungan.* 

(QS 9 – At Taubah : 108)

*74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah.* 

(QS 12 – Yusuf : 87)

*75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kebodohannya.* 

(QS 16 – An Nahl : 119)

*76. Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana.* 

(QS 16 – An Nahl : 125)

*77. Tidak ada seorang pun yang menanggung dosa orang lain.* 

(QS 17 – Al Israa’ : 15)

*78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan.* 

(QS 17 – Al Israa’ : 31)

*79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya.* 

(QS 17 – Al Israa’ : 36)

*80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat.* 

(QS23–Al Mu’minuun:3)

*81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumahnya.* 

(QS 24 – An Nuur : 27)

*82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah.* 

(QS 24 – An Nuur : 55)

*83. Berjalanlah di muka bumi dengan perasaan rendah hati.* 

(QS 25 – Al Furqaan : 63)

*84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan.* 

(QS 28–Al Qashash : 77)

*85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah.* 

(QS 28 – Al Qashash:88)

*86. Jangan terlibat dalam homosexsual.* 

(QS29–Al ‘Ankabuut : 29)

*87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan kemungkaran.* 

(QS 31 - Luqman : 17)

*88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong.* 

(QS 31 - Luqman : 18)

*89. Wanita dilarang mempamerkan dirinya.* 

(QS 33 – Al Ahzab : 33)

*90. Allah mengampuni semua dosa kita.* 

(QS 39 – Az Zumar : 53)

*91. Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah.* 

(QS 39 – Az Zumar : 53)

*92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan.* 

(QS 41 – Fushshilat : 34)

*93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah.* 

(QS 42–Asy Syuura : 38)

*94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa.* 

(QS 49 – Al Hujuraat : 13)

*95. Tidak ada dikena bicara dalam agama (Islam).* 

(QS 57 – Al Hadid : 27) 

*96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu.* 

(QS58–Al Mujaadilah11)

*97. Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil.* 

(QS60-Al Mumtahanah: 

*98. Hindari diri dari sifat kikir (kedekut).* 

(QS64–AtTaghaabun:16)

*99. Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.* 

(QS73–AlMuzzammil;20)

*100. Jangan mengherdik orang yang meminta-minta.* 

(QS 93–Adh Dhuhaa: 10) 


#Semoga bermanfaat, dapat menjadi pelajaran dan bisa di amalkan dalam kehidupan seharian.🙏🏼